Dirancang sederhana, kontekstual, dan relevan untuk putra-putri daerah terpencil agar siap berkontribusi bagi komunitas.
Mengadopsi Kurikulum Merdeka yang fleksibel dan berpusat pada peserta didik untuk mengembangkan potensi lokal.
Mendorong semangat gotong royong dan belajar bersama antara guru, siswa, dan orang tua.
Siswa belajar melalui proyek nyata yang relevan dengan kebutuhan dan potensi daerah setempat.
Membentuk karakter jujur, mandiri, dan berdedikasi sebagai pondasi hidup di masyarakat.
Distribusi mata pelajaran per minggu sesuai jenjang kelas.
Total jam pelajaran per minggu yang harus dipenuhi siswa.
Senin hingga Sabtu, dengan durasi belajar 07.00 – 14.00 WIB.
IPA, IPS, dan Kelas Lokal yang menyesuaikan potensi daerah.